Pages

Senin, 07 Desember 2009

Tips Menghitung Tagihan Bunga Kartu Kredit Anda



Kartu kredit dewasa ini bukan sekedar gaya hidup, tetapi merupakan kebutuhan bagi masyarakat modern untuk menunjang semua aktivitas dalam kehidupannya sehari-hari. Semua keperluan bisnis maupun pribadi, mulai dari membiayai perjalanan dinas, menjamu klien hingga biaya kelahiran si kecil, belanja kebutuhan harian atau berlibur bersama keluarga tercinta, dapat di penuhi oleh Kartu Kredit.
Terkadang orang-orang bingung bagaimana cara suatu bank menghitung tagihan kartu kredit konsumennya setiap bulannya. inilah dia simulasinya :


Hampir semua bank penerbit kartu di Indonesia menggunakan sistem perhitungan bunga dengan mengacu pada tanggal transaksi dilakukan.

Nilai transaksi x jumlah hari dari tanggal transaksi s/d tanggal lembar tagihan dicetak x jumlah bulan dalam setahun x bunga per bulan kemudian dibagi 360 hari:



Untuk lebih mudah, coba perhatikan ilustrasi berikut;

Tn. Jono memiliki kartu kredit yang tanggal pencatatannya adalah pada tanggal 27 setiap bulan. Jatuh tempo adalah 15 hari setelah tanggal pencatatan;



Jika Tn. Jono melunasi seluruh tagihan sebelum tanggal 14 Maret (waktu lima belas hari setelah tanggal 27 Februari), maka Tn Jono terbebas dari biaya apapun, mungkin hanya biaya transaksi via ATM.

Namun jika Tn. Jono tidak melunasi sekaligus, atau hanya membayar sebagian misalnya pada tanggal 5 Maret hanya membayar Rp. 2.000.000 dari total tagihan- maka pada bulan berikutnya yakni pada tanggal 27 Maret perhitungan bunga atas transaksi-transaksi yang belum dilunasi pada bulan Februari akan berlaku sebagai berikut;

1. ( 150.000 X 52 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 5.200
2. (2.000.000 X 67 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 89.333
3. (1.500.000 X 67 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 67.000
4. ( 150.000 X 51 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 5.100
5. ( 350.000 X 41 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 9.567
Total Bunga Pembelanjaan: = Rp. 176.200

Maka pada Tagihan bulan Maret Tn. Jono akan dibebani biaya bunga sebesar Rp.176.200 diluar pembelanjaan Tn. Jono antara 28 Februari hingga 27 Maret. Bunga tidak dihitung berdasarkan saldo terhutang sebesar Rp. 2.150.000 (Total tagihan Rp 4.150.000 dikurangi pembayaran Rp 2.000.000)



Teman-teman yang baik jangan lupa komentarnya ya ok...^^

Rabu, 02 Desember 2009

Kenali Cowok-Cowok 'Berbahaya'!

Kenapa? Apa karena di dahinya tertulis kata "DANGEROUS" besar-besar? Kayaknya, cuma cewek pinter aja sih yang bisa lihat tulisan itu. Tapi, ada caranya kok supaya jadi 'melek'! Ini dia ciri-cirinya:
1. Cowok fun
Gayanya oke banget, kece, ramah, dan asik. Tapi, namanya juga cuma suka fun-fun aja, nggak heran deh kalau sikapnya itu sama aja sama semua cewek. Tujuan hidupnya cuma satu, menaklukkan semua cewek. Abis itu, habis manis sepah dilepeh, deh.


2. Cowok males
Ngomongnya sih setia, ke mana-mana mau nemenin. Tapi, curiga dikit, dong. Jangan-jangan nih cowok pemalesan banget, alias ogah kerja nantinya.
3. Cowok badung
Cirinya gampang banget. Pokoknya, berandalan, deh. Tipe yang pasti malu-maluin kalau dikenalin sama orang rumah. Bukan cuma merokok, cowok kayak gini juga hobi ngelinting, ngobat, sampai minum-minum segala. Emang asik sih, tapi kan umur nggak selalu muda. Kalau dia nggak tobat-tobat, terus gimana?
4. Cowok yang sudah beristri
Duh, cowok menarik biasanya memang udah ada yang ngiket. Tapi, jangan hanyut sama pesonanya, ah. Soalnya, ujung-ujungnya pasti bikin sakit hati sendiri. Udah deh, jauhin aja cowok kayak begini.
5. Tukang bohong
Hmm, cowok dan bohong emang susah dipisahin. Tapi, apa sih yang bisa diandelin dari cowok yang hobi ngeles begini? Nah, kalau sudah tahu tipe-tipe cowok 'beracun' seperti itu, kamu tambah pinter, kan? Bukannya kamu nggak boleh kencan sama mereka, tapi, jangan kebablasan, ah. Sekali dua kali aja, tapi jangan dimasukkin hati. Abis, risikonya gede banget, lho! Anggap aja pengalaman!


Senin, 30 November 2009

Sertifikat keperawanan di Afrika

Seorang perawan adalah seorang wanita yang belum pernah mengadakan hubungan seksual atau senggama. Wanita yang masih perawan disebut gadis. Secara umum 'perawan' juga direlasikan dengan kesucian. Untuk laki-laki yang belum pernah melakukan senggama disebut jaka atau jejaka.
Di afrika ternyata keperawanan seorang wanita benar-benar sangat diperhatikan, disana setiap wanita harus lulus ujian keperawanan untuk bisa mendapat sertifikat keperawanan...wah boleh juga tuh diterapkan ya di indonesia biar gak salah-salah pilih nanti hehehe..check this out bro!!!...

























Horee....aku lulus dan aku perawannnn.....hehehe

Minggu, 22 November 2009

Kapan Saat yang Tepat Putus Cinta?

Pacaran - seperti juga perkawinan - bisa berakhir. Ada yang berakhir dengan mulus (maksudnya melenggang ke institusi yang lebih terhormat), ada juga yang berakhir dengan menyakitkan alias putus begitu saja. Karena biasanya menyakitkan, banyak juga pasangan yang akhirnya 'jalan di tempat' alias tidak melakukan apa pun, tidak maju dan tidak mundur, dan tidak tahu mesti berbuat apa, karena rasa cinta sudah tak seperti dulu lagi.
Sebetulnya, kapan sih kita bias bilang selamat tinggal? Saat sedang heboh berantem, sedang sakit hati, atau ketika hubungan terasa monoton? Menurut Barbara De Angelis Ph.D., dalam buku Ask Barbara, inilah tahap-tahap di mana Anda bisa mengucapkan sayonara dengan penuh alasan - meski tetap menyakitkan.

Saat Anda menyadari bahwa Anda tidak cocok dengannya Cinta saja belum cukup untuk membangun suatu hubungan. Anda harus menyukai pasangan Anda, sebesar Anda mencintainya. Kalau tidak cocok, cinta Anda tidak akan cukup untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam hubungan Anda.

Anda sadar bahwa tidak ada sexual chemistry di antara Anda berdua Kalau Anda sudah sadar bahwa sexual chemistry di antara Anda sangat sedikit - tidak cukup untuk menghangatkan hubungan - Anda mesti segera bersiap-siap untuk melambaikan tangan perpisahan. Tapi, bila cuma hilang secara temporer, berusahalah memperbaikinya, sebelum memutuskan untuk mengakhirinya.

Anda dan pasangan berkembang menuju dua arah yang berbeda Ada kemungkinan, hal-hal yang Anda alami tidak sama dengan yang dialami pasangan. Kalau tidak terjadi perubahan, tidak apa-apa. Tapi, bila perubahan itu sangat mencolok, dan Anda tidak bias berjalan seiring kembali, maka hubungan ini tak lagi menyehatkan atau memuaskan secara emosional.

Pasangan memiliki cacat fatal yang ia sendiri tak siap menghadapinya Ini berkaitan dengan kecanduan minuman keras, penyalahgunaan obat-obatan, kecanduan terhadap pornografi, dan pengendalian kemarahan. Kalau pasangan Anda memiliki hal-hal itu, Anda boleh bilang selamat tinggal.

Pasangan Anda menolak memikirkan hubungan ini Ini alasan yang paling menyedihkan dan membuat waktu Anda terbuang percuma. Sudah selama ini, ternyata pasangan Anda tak berminat menuju ke mana-mana. Kalau Anda punya pacar seperti ini, tak menganggap Anda sebagai mitra dalam hubungan asmara ini, tinggalkan saja dia.