Pages

Senin, 08 Juni 2009

Presentasi Usaha Waralaba "Banner Point "

Istilah Supermarket sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan sudah banyak keluarga yang membelanjakan segala kebutuhan hariannya di supermarket kesayangannya. Mulai dari kebutuhan rumah tanga hingga mainan banyak disediakan di supermarket. Pernahkah terpikirkan oleh anda bila anda bisa memiliki sebuah supermarket sendiri dan mendapat banyak keuntungan dari banyaknya keluarga yang memindahkan belanjanya ke supermarket anda? Wow! pastinya keuntungan yang anda dapatakan sangat besar!!!
Silahkan anda lihat presentasi nya di sini...

untuk info yang belum jelas anda dapat menhubungi kami...
Banner Point Agent-youbeone Team


Senin, 01 Juni 2009

Membangun Aset Pribadi vs Mengumpulkan Harta

Di dalam era komputerisasi, siapa sich yang tidak mengenal Bill Gate si pendiri Microsoft Coorporation. Salah satu orang yang sudah sukses dalam membangun sebuah aset dengan mendirikan sebuah perusahaan konglomerasi. Atau pernahkan anda melihat pemilik sebuah supermarket yang memiliki cabang di beberapa kota sedang membuka atau menutup supermarketnya? Tentunya tidak karena pemilik supermarket ini sudah memiliki aset. Dimana kehadiran sang pemilik digantikan oleh sebuah sistem. Dari dua buah perumpamaan ini kita sudah bisa menyimpulkan apa itu aset. Jadi Apakah Aset itu sebenarnya?...

ASET adalah sebuah sistem dimana tanpa kehadiran si pemilik (bekerja atau tidak) akan tetap menghasilkan penghasilan (pasive income) bagi pemiliknya. Inilah yang membedakan dengan apa yang disebut paradigma umum, dimana kita harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan dan mengumpulkan harta demi membiayai semua impian/rencana masa depan kita. Dan pada saat kita tidak bekerja dengan alasan apapun (contoh: sakit, dipecat, perusahaannya bangkrut, dll) maka kita tidak mendapatkan penghasilan untuk memenuhi semua impian kita.

Lain halnya dengan paradigma sukses dimana kita bekerja untuk membangun aset yang akan memberikan penghasilan bagi semua impian kita. Dan pada saat aset terbangun, walaupun kita tidak bekerja, penghasilan akan tetap ada (pasive income) untuk memenuhi semua impian kita.

Dari dua paradigma diatas tentunya akan banyak orang yang memilih paradigma sukses karena kita hanya perlu bersusah payah diawal saja pada saat membangun aset. Lalu bagaimanakah cara untuk membangun aset?
Menurut bukunya Robert T. Kiyosaki “Rich Dad Poor Dad” ada 3 sistem bisnis unuk membangun aset, yaitu:
1. Perusahaan Bersistem / Konglomerasi, contohnya: Microsoft Coorp.
2. Bisnis Warlaba / Franchise, contohnya: Mc'Donalds
3. Waralaba Pribadi / Personal Franchise
Tabel dibawah ini menunjukkan bagaimana perbandingan ketiga sistem bisnis tersebut dilihat dari segi modal, resiko, tempat, waktu dan keahlian.

Pada bisnis konlomerasi, untuk mencapai sukses (bebas waktu dan finansial) terlebih dahulu diperlukan modal/investasi yang besar untuk membangun usaha, sistem inovasi produk serta investasi waktu juga. Kendala dibisnis ini adalah modal dan resiko besar dan dibutuhkan keahlian spesifik.
Berbeda dengan bisnis franchise dimana pembeli lisensi tidak harus memulai dari awal (nol) kaarena sudah tersedia sistem. Yang diperlukan di bisnis ini hanyalah investasi modal dan mengikuti aturan mainnya. Keahlian pada bisnis ini bukanlah syarat utama karena sudah digantikan oleh sistem. Kendalanya dibisnis ini hanya pada modal yang besar.
Sistem di personal franchise tidak jauh berbeda dengan sistem franchise. Yang membedakan hanyalah modalnya yang kecil untuk ukuran sebuah bisnis. Yang anda perlukan hanyalah fokus dan menyediakan waktu.
Sebagai referensi, anda bisa membeli buku “Rich Dad Poor Dad” untuk mengetahui lebih lanjut mengenai membangun aset.
Info selanjutnya mengenai Personal Franchise akan segera dirilis.

Rabu, 20 Mei 2009

10 Hal yang Bikin Cowok Sulit Memahami Cewek!...

Ada banyak hal yang disukai cowok dari cewek. Tapi, tidak sedikit kelakuan cewek yang membuat cowok "geleng-geleng" kepala.
Cowok-cewek memang beda. Tapi -konon- ada beberapa perbuatan, perkataan serta jalan pikiran cewek, yang -kalau dibiarkan- bisa memicu pertengkaran dan perpisahan.
Meski -lebih sering- diam, tapi para cowok merasa "gondok" kepada cewek yang pergi belanja tanpa konsep jelas dan cenderung boros.
Solusi: Kalau boleh sumbang saran, bila mau membeli sepatu, sebaiknya langsung masuk ke toko sepatu. Bukan mampir dulu ke toko kosmetik, ke butik, dll...

Mengetahui ceweknya mempunyai koleksi lipstik lebih dari 10 buah, bisa bikin cowok berpikir macam-macam. Salah satunya, "Apakah cewek gue genit kepada semua cowok?"
Solusi: Simpan di tempat tersembunyi. Bawa satu lipstik saja dalam tas.
Para cowok seringkali pusing jika harus menjawab pertanyaan seputar mantan pacar. Hal ini membuat cowok seperti sedang diselidiki. Bisa-bisa dia malah menghindar.
Solusi: Masa lalu biarkan berlalu. Bertanya sekali saja cukup, selanjutnya perhatikan kejujuran dan keseriusan dia.
Walau senang punya pacar dengan body asoy, tapi cowok sering kesal mendengar keluhan "Wah, berat badan gue nambah, ya...?"
Solusi: Mangkanya diet yang benar, Non! Tapi kalau cuma nambah satu-dua kilogram saja, sebaiknya jangan "rame" dulu.
Siapa yang tidak ingin punya cewek cantik. Tapi cowok nggak mengerti kenapa cewek harus mengenakan segala sesuatu yang palsu -dari ujung rambut hingga ujung kaki-.
Solusi: Dandan boleh saja, tapi jangan berlebihan. Tampil cantik memang perlu, tapi nggak harus penuh "polesan".
Cowok juga bingung dengan kebiasaan cewek pergi ke toilet bersama-sama. Apalagi cewek bisa berjam-jam di toilet karena "ngerumpi" dulu.
Solusi: Tidak ada yang melarang ngobrol atau bercengkrama, tapi jangan suruh cowok "nunggu" terlalu lama. Apalagi depan toilet.
Cowok kadang bingung dengan kegemaran cewek membeli kaset atau CD hanya karena suka dengan satu lagu saja.
Solusi: Minta dan tunggu beberapa hari. Siapa tahu dibeliin. Beli kaset kumpulan lagu-lagu terseleksi saja, nggak rugi kok.
Cowok juga sebel dengan kebiasaan cewek yang sibuk menelepon temannya satu persatu, sebelum pergi ke pesta. Apalagi kalau hanya bertanya, "Eh, mau pakai gaun apa besok?"
Solusi: Mencoba jadi diri sendiri. Kalau perlu "kompakan" sama doi saja, biar kelihatan serasi.
Perlu diketahui pula, konon para cowok suka heran kenapa cewek selalu "minta" nambah sehabis berhubungan intim.
Solusi: Ungkapkan dengan sentuhan dan kecupan ringan dulu. Tunggu reaksi dia beberapa saat. Kata-kata manis dan sanjungan bisa membuat cowok "on" lagi, lho.
Tapi cowok juga heran, bahkan -sering- merasa tidak dihargai bila cewek berkata "Sedang tidak mood, nih..."
Solusi: Sampaikan dengan bahasa kasih dan sayang, agar dia tidak merasa "kelimpungan".
Mengubah sesuatu yang sudah berakar itu memang sulit. Tapi berusaha saling menghargai, nampaknya bisa membantu memperkecil perbedaan yang ada. Benar nggak?

Cewek Juga Suka Bohong?

Ya, jelas nggak lah, begitu mungkin kata Anda yang wanita. Terserah apa jawaban Anda, pada dasarnya wanita memang benci kalau mesti berdusta. Mereka hanya mau berbohong hanya kalau terpaksa atau tidak ada jalan lain. (Ketahuan kan, kenapa ada perusahaan yang lebih suka mempekerjakan wanita ketimbang pria?)
Cuma, berbeda dengan pria yang 'terkesan' lebih banyak berdusta sejak kecil, teori dusta wanita jauh lebih sophisticated ketimbang bohongnya pria. Sekalinya berbohong, efek dusta wanita bisa lebih hebat. Soalnya, mereka tidak pernah asal-asalan bikin cerita bohong. Selalu ada bukti-bukti, alibi, ataupun sesuatu yang mendukung. Makanya, kebanyakan pengarang cerita detektif kan wanita...

Bila Anda wanita, insting Anda yang kuat pasti bisa membisikkan, kapan seorang pria mendustai Anda. Soalnya, biar pria gemar berdusta, kadang-kadang, skenarionya kurang oke. Lain halnya wanita. Sekali bohong, jalinan ceritanya bisa dijadikan opera sabun!
Kalau saja pria lebih pintar sedikit, seharusnya mereka juga bisa menduga waktu-waktu mana saja ia dibohongi. Contohnya, banyak, kok. Misalnya, sering kali seorang pria tidak tahu kalau pacarnya sebetulnya tidak benar-benar cinta padanya (yang dicintai cewek itu mungkin mobilnya, rumahnya, atau sakunya). Atau, yang pernah Anda saksikan di film When Harry Met Sally, wanita juga bisa pura-pura orgasme dengan sukses!
Nah, jadi lebih jago siapa coba soal bohong? Terserah Anda menilainya, deh! (hannie)


Nah, untuk membantu cowok-cowok yang punya masalah dalam hal itu, di bawah ini ada penjelasannya, lengkap dengan tahap-tahap pacaran.
Tahap mengajak kencan
Kata cewek: "Saya sudah punya pacar."
Artinya: Belum tentu saya sudah punya pacar, tapi kamu tidak punya harapan sama sekali jadi pacar saya.
Kata cewek: "Aku nggak punya telepon soalnya baru aja pindah rumah."
Artinya: Aku punya telepon, pager dan ponsel, tapi nggak mau ngasih tahu kamu.
Kata cewek: "Saya suka film-film Sean Connery. Favorit kamu siapa?"
Artinya: Aku ingin tahu lebih banyak tentang kamu, jadi bilang dong kalau ...
Meski begitu, biarpun sang cewek memberi respons yang negatif, belum tentu ia tidak berminat. Bisa jadi ia cuma sedang jual mahal, atau lagi malas diajak kencan. Anda tetap masih bisa mencoba lagi.